COVID-19 Menghampiriku Ketika Lengah Selama 600 Detik

Monday, 4th January 2021>>>

Hari itu seperti biasanya aku melakukan rutinitasku, namun tak terasa sepuluh bulan berlalu hari hari ku ditemani atribut yg wajib dipakai saat pandemi, yaps. Memakai masker dalam keseluruhan aktivitas terutama saat keluar rumah, dan selalu membawa handsanitizer didalam tas ku.

(sources : dokumentasi pribadi)

Rutinitas ku cukup padat dimana aku sudah mengkonfirmasi akan menghadiri suatu pertemuan, dan aku akan memberikan beberapa sambutan.

Tadinya ingin meng-cancel undangan tersebut namun karena merasa tanggung jawabku yg harus aku lakukan, jadi aku mengurungkan niatku. Padahal saat itu aku merasa tubuh ku tidak dalam kondisi baik, dimana aku lelah dan kurang tidur setelah menjaga putri kecil yg dirawat db selama seminggu di rs.

Pikirku,,, sudahlah tidak akan lama, dan aku sudah menggunakan prokes setelah acara pun aku bisa beristirahat dan tanggung jawabku terselesaikan. Tanpa berpikir macam-macam acara pun berlangsung, dan semua mengikuti prokes minimal semua memakai masker dan tersedia handsanitizer.

Beberapa orang bergiliran memberikan sambutan dan menurunkan masker dalam satu ruangan. Tibalah aku memberikan sambutan dan karena merasa tidak sopan aku pun menurunkan masker ku saat selama berbicara kurang lebih sepuluh menit (600 detik).

Tak lama kemudian selsailah acara dan kami pun bubar. Aku memutuskan untuk pulang saja karena sudah lelah ingin cepat nemu kasur. Hehe..

Thursday, 7th January 2021>>>

Rasa lelah ditubuhku gak hilang, malah nambah meriang yg cenderung ke arah keluar keringat dingin, serta muncul pusing yang sangat hebat, makin hari badan terasa makin lemas, padahal sudah minum obat paracetamol yg biasa aku konsumsi bila sakit kepala.

Namun anehnya sudah beberapa hari meminum obat ini dan itu gejala sakitnya tidak membaik, dihari berikut nya muncul rasa pahit dilidah, seperti sakit nelan, mulut terasa panas dan terbakar, masih menggigil dan keluar keringat dingin, dan setelah lima hari meminum obat rumah tak kunjung membaik, muncul mual, diare, pusing berulang yg makin hebat dan diakhiri muncul batuk berdahak seperti nyangkut ditenggorokan.

Tidak terlintas bahwa itu merupakan gejala awal COVID-19. Karena aku berpikir mungkin aku terserang db seperti putri ku dan nyamuknya masih ada dirumah. Cuman ko gak ada demam hebat. Tadinya aku bersikeras menahan sakit itu agar tidak ke rs.

Wednesday, 13th January 2021>>>

Jam 7 malam, aku menyerah dan meminta suamiku untuk mengantarku ke dokter, karena semua obat rumah sudah tidak mempan mengobati sakitku. Terutama sakit kepala yg seperti mau pecah dan keringat dingin yg bikin lemas, Saat itu, sedang gencar” nya psbb dikota ku, kami mencari dokter yg praktek diapotek dan klinik namun semua sudah tutup. Terakhir praktek jam 6 magrib.

Tadinya, aku benar” gak mau berobat ke rs karena sudah terbayang akan sangat horor pasti igd nya. Tapi aku pertimbangkan lagi kalo pulang lagi kerumah tanpa obat dari dokter sepertinya aku tidak akan bisa menahan rasa sakit nya lagi. Aku perlu obat! Aku perlu obat dr dokter! Malam ini juga!

Akhirnya suamiku mengantarku ke igd rs langganan keluargaku, disana betullah seperti bayanganku, igdnya penuh orang yg sakit dengan berbagai kondisi dan hanya bersekat tirai, setelah screening awal cek tensi, saturasi dan suhu tubuh serta ditanya sudah berapa lama aku sakitnya. Karena sudah hampir seminggu sakitnya ga sembuh-sembuh maka aku harus mengikuti prosedur pengecekan COVID-19. Yaitu tes darah, rontgen paru, dan tes tcm COVID-19. Takut? Haha .. jangan tanya lagi, sangat mencekam ketika ditodong untuk melakukan screening COVID-19.

Selesailah tes ini itu, dan aku meminta ijin pulang dulu ke dokter igdnya, karena hasil tes nya baru besok pagi. Namun, agak kesal juga karena gak dapat obat, padahal sudah diperiksa ini itu. Tapi y udahlah mungkin harus bersabar.

Thursday, 14th January 2021>>>

Jam 8 pagi ponsel suami ku berdering, wahh kayanya dr rs. Dan betul saat itu dokter yg berbicara meminta aku dibawa secepatnya ke rs, dan dinyatakan positif COVID-19. Sangat kaget dan serasa melayang, ko bisa dipikiran ku, dapat nya dari mana? Saat kapan? Makin bikin stress. Ada rasa gak bisa nerima situasi itu. Namun, setelah dipikir secara jernih, aku gak boleh nyerah harus menghadapinya. Dan aku pun diantar suami ku kembali ke rs untuk mendapatkan penjelasan dokter dan langkah selanjutnya harus bagaimana.

TRAVELING

Kalian butuh referensi destinasi wisata lokal dengan budget minimalis boleh loh, nyimaks ceritaku disini yaah, sapa tau kalian memutuskan untuk datang ke tempat wisata yg pernah aku kunjungi. Cek link dibawah ini yaah story nya.

Menjelajah Jawa Timur

Sekedar ngilangin penat dan iseng-iseng lagi mentransfer memory didalam otak yang mulai full ke dalam curhatan narasi biar gak terlalu beku juga slot memory nya… hehe. Mudah-mudahan banyak yang kangen juga yaah sama tulisan aku… (haha.. pede!)

Cerita kali ini tentang mudik lebaran yang ternyata dapat paket super komplit liburan. Selain ketemu keluarga jauh dan bersilaturahim, ternyata dapet bonus traveling nya juga. Buat yang gak tau apa itu mudik lebaran. Kita bahas dulu yah sekilas!

Mudik adalah kegiatan perantau/pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran.

(source : wikipedia.org )

Sesuai dengan tebakan aku, istilah mudik lebaran kayanya hanya ada di Indonesia mungkin yah. Karena letak geografis yang terpisah lautan dan banyak penduduk yang merantau ke berbagai kota diluar kampung halamannya. Itu cukup seru! Dan lumayan bisa dibanggain yah, karena dinegara lain gak ada kayanya.

Balik lagi ketema awal, mudik lebaran tahun ini kami memutuskan berkunjung ke daerah Jawa Bagian Timur. Yang merupakan kampung halamannya papa mertua, yang aseli dari Surabaya. Dan seperti tiga atau empat tahun yang lalu bilamana kami ke Surabaya maka kami akan transit di Kota Malang dirumah adiknya papa mertua. 

Jalur Tol Trans Jawa

Dulu sekitar empat tahun yang lalu ketika mudik ke Surabaya kami melewati jalur darat, yaitu melalui jalur utara Jawa. Kala itu belum ada “Tol Trans Jawa” yang menghubungkan Jakarta hingga ke Malang. Tapi tahun ini, tol trans Jawa udah jadi namun fasilitas tolnya aja yang belum beres, seperti SPBU, rest area, dsb nya belum rampung, maklum tol baru mungkin yah.

(source : google.com)

Seenggaknya menghemat waktu tempuh hingga 4-6 jam dari biasanya dibandingkan lewat jalur provinsi/ jalur lama. Tetapi bila lewat jalan tol trans Jawa kita harus prepare uang lebih banyak karena tarif tolnya lumayan mahal gaes.. (hehe).

(source : google.com)

Makanya banyak orang yang memilih jalur lama mau lewat utara ato selatan, jalur lama masih banyak diminati oleh pemudik menuju kampung halamannya ke daerah Jawa Tengah ato Jawa Timur karena minim budget. Situasi jalur lama cukup padat dan cukup melelahkan.

Kelebihan melewati jalur lama adalah kita bisa melihat pemandangan pesisir pantai Jawa bagian utara, dan melewati beberapa kota yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya. Begitu pun lewat jalur selatan jawa kita akan melewati beberapa kota juga untuk dijadikan tempat pemberhentian sementara bila kita lelah.

Namun pemandangan dijalur selatan bukan pesisir pantai tapi nerobos hutan dan pinggiran kota lautannya agak jauh dari jalan raya. Yah, tapi gak kalah seru sih banyak hal yang bisa kita lihat, dan banyak kota-kota yang bisa kita singgahi.

Karena tahun ini sekali jalan mesti nganterin dulu bapak, adik dan nenek aku ke Panjalu, Ciamis, maka kami gak lewat pantai utara jadi lewat jalur selatan.

Singgah di Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat

Bandung – Cileunyi – Cicalengka – Nagrek – Limbangan – Malangbong – Gentong – Suryalaya – Panjalu.

Jalur mudik yg paling sering kami lalui.

Bermalam dulu semalam di Panjalu sambil soan ma keluarga mama dan bapak. Dan berziarah ke makam mama dulu. Kangen lama gak nengokin kesana.

Rumah nenek aku cukup strategis karena agak naik ke atas bukit dikit dan langsung viewnya ke Situ Lengkong Panjalu. Bener-bener wisata gratis yg bisa dinikmati kapan ajah dari depan rumah. (Hehe)

Singgah Di Wates, Jogjakarta

Keesokan harinya, baru melanjutkan perjalanan ke Wates, Jogjakarta ke kampung halaman nya mama mertua. Untuk sekedar transit sebentar sebelum melanjutkan berjalanan yang sangat panjang nantinya menuju Kota Malang.

Di Wates juga rumah mbah nya suami aku letaknya gak begitu jauh dari pantai. Nama pantainya Pantai Glagah. Dan cukup ramai dikunjungi wisatawan.

Walopun Pantai Selatan terkenal dg ombaknya yg cukup ganas, tapi tetep ajah senang liat pantai. Biasa di Bandung adanya traffic light, kebun teh dan gunung. Jadi liat pantai itu ibarat surga dunia .. (hihi)

Boleh dibilang Situ Panjalu dan Pantai Glagah tuh, penetrasi awal liburan menuju puncak perjalanan yg lebih menarik lagi.

Sesampainya di Wates beruntung sekali kami disuguhi semangka dalam berbagai ukuran, dimana adik ipar mama mertua merupakan petani semangka, dan saat itu bertepatan banget dengan panen raya semangka di daerah situ.

img_9347

Sehingga kamipun bisa mencicipi semangka yg baru dipetik dari kebun dan sebagian lagi kami bawa sebagai oleh” ke Jawa Timur. Fyi, daerah Glagah terkenal dengan petani cabe merahnya juga loh.

Menuju Kota Malang

Setelah beristirahat sebentar kami melanjutkan perjalanan menuju Malang, karena penasirun dengan tol barunya maka sang supir ganteng memutuskan untuk melalui gerbang tol Solo.

Dan benar saja bablas lancar jaya, hanya aspalan nya aja yg masih kasar sehingga ngabisin ban luar kendaraan, apalagi sang supir memacu kendaraan layaknya mc. Schumacher. Yihaaaa… tarik mang.

Fasilitas tol yg masih terbatas dan tarif tol yg cukup menguras kantong. Sekitar 400rban lah kayanya habisnya buat bayar tol Solo-Pasuruan. Hanya memang tidak macet seperti jalur lama. Itupun jalur tol keluar malangnya belum beres. Jadi kita keluar di tollgate Pasuruan. Dari situ ya melalui jalan lama lagi gaes. Menuju kota Malang nya.

Sesampainya di Malang, itu pagi banget jadi senang bisa liat kota Malang pas siang-siang. Kami disambut oleh adik papa mertua. Karena saat itu dalam kondisi berpuasa, maka kami memutuskan untuk beristirahat saja sambil menunggu magrib. Dan setelah itu berencana untuk ngabuburit liat kota Malang.

kota malang

Alun – alun Kota Malang

(source : wikipedia.org)

Manusia hanya bisa berencana, menjelang sore pun rasa capek gak kunjung hilang, yg tadinya mo ngasih makan burung dara di alun-alun kota Malang pun gak terlaksana. Akhirnya kami hanya bersiap untuk berbuka puasa saja dirumah, bergiliran mandi, solat dan nantinya akan mengelilingi kota Malang di malam hari.

Kulineran Khas Malang

Alhamdulilahnya, kami disuguhi berbagai macam jajanan khas Malang oleh tante, untuk buka puasa kami. Seperti tempe menjes, ote-ote, sayur rebung, sejenis bubur sumsum, angsle, ronde, lumpia basah isi rebung (bambu muda).

√ Tempe Menjes

Tempe nya ini tuh lebih mirip sama tempe benguk di Wates, cuman lidah aku lebih suka menjes ini dibandingkan benguk, menjes teksturnya lebih kriuk kaya dibalut tepung luarnya garing dan rasa tempenya gak se kecut tempe benguk.

img_9365-2.jpg

Tapi kayanya hampir mirip merupakan tempe fermentasi. Overall menjes bisa diterima oleh hidung dan lidah aku. (hahay..). Kalo di Bandung mungkin ini masih satu family dengan ‘mamang oncom’ ya gaes. (hehe)

√ Ote-ote

Sekilas ini rasanya dan bentuknya kaya bakwan goreng, atau kalo di Bandung mirip kaya bala-bala, cuman gak pake kol, tapi tengahnya ada isian daging cincang, seledri, daun bawang dan telor kocok. Kaya hasil kloning bala-bala dan martabak telor sih kalo kata aku mah… haha. Pokonya termasuk enak dan pas dilidah ajah rasanya gak aneh-aneh.

ote-ote

(source : google.com)

√ Lumpia Basah

Oo… ini ternyata lumpia basah yang aseli dan beda banget sama yang ada di Bandung, isinya full rebung, saus manisnya dibuat terpisah, pas digabung ngeblend banget rasa manisnya dapet, kerasa ada ebinya juga, tektur kulit luarnya pun lembut banget ketika digigit, rasanya gurih dan enak. Dingin diperut makannya.

Kayanya mirip sama lumpia semarang yah. Ada yang disajikan dengan digoreng terlebih dahulu, dan ada yang basah tanpa digoreng. Tapi enak banget suka sama rasanya, isi lumpianya penuh banget. Ngasih rebung nya gak pelit-pelit.

img_9366-1.jpg

(source : google.com)

√ Angsle dan Ronde

Angsle ini mirip kaya sekoteng kalo di Bandung, kuah putih ada rasa jahenya tipis gak terlau pedas, susu kental manis, ada mutiara merahnya, dan potongan roti tawar, ada bubur kacang ijonya dikit, cuman gak pake kerupuk asin simping ajah, terus diangsle ada yg warna ijo kadang pink bentuknya menyerupai kerupuk mie basah nah itu gak tau namanya apah. Dan angsle dominan manis dibanding sekoteng yang lebih kerasa jahenya.

angsle

(source : google.com)

Kalo ronde, di Bandung juga ada ronde jahe gardu jati rasanya hampir sama dibuat dari tepung ketan yang diisi tumbukan gula kacang tanah dan diberi kuah gula merah dan jahe serta taburan kacang tanah, malah kuahnya lebih pekat ronde jahe gardu jati sih, dan kalo ronde aku lebih suka yg dibandung gaes lebih lekoooh kata orang Sunda mah.

ronde.jpg

(source : google.com)

Tapi sama-sama cocok disantap saat malem-malem nongkrong di Kota Malang karena udaranya hampir sama dengan di Bandung sejuk dan dingin jadi butuh asupan yang menghangatkan badan dikala malam menjelang. (apasih.. hehe) Biar gak gampang masuk angin gitu gaes.

√ Bubur Sumsum

Enak banget bubur sumsumnya dengan tambahan candil dari tepung ketan apa tepung beras ya diguyur saus brownsu, pokonya enak legit nya pas dan gurih santan di bubur sumsumnya enak banget. Nyess dingin diperut.

img_9364-e1570963510627.jpg

Sayur Rebung Petai

Nah ini, baru ngerasain sayur rebung dengan kuah mirip sayur lodeh terus pake potongan petai. Karena rasa petai nya setrong banget, aku kurang suka sama menu sayur ini. Walopun kayanya ini sayur khas rumahan di kota ini. tapi untungnya masih bisa disiasati dengan tambahan sambel bawang melek.

img_9365

√ Sambal Melek Bawang  Khas Malang

Ini nih favorite banget, dan cukup ampuh untuk mensiasati makanan yg gak berflavour atau gak pas dilidah. Bisa dicocol sambel ini ajah. Dan bikin pencernaan lancar (hihi…)

sambel melek

(source : google.com)

Sambel ini rasanya minimalis dan pas, dibanding dengan sambel bu r*** aku lebih suka sambel melek ini deh (kembali ke selera masing-masing ya). Pas banget rasanya walopun pedas, tapi enak gurih, rasa bawangnya terasa, dan gak lebay.

to be continued >>>

 

 

 

Jogging is penting!

Olahraga paling murah dan mudah dilakukan oleh hampir semua orang yaitu, berjalan kaki dan lari. Berlari-lari kecil inilah yang namanya jogging. Penjelasan pastinya apa itu jogging, simak kutipan dari link berikut yaah!

Jogging adalah salah satu cara terbaik untuk membentuk massa otot, membakar kalori, dan menjaga kesehatan jantung. Olahraga ini bahkan disebut lebih efektif membakar lemak perut dibanding angkat beban. Penelitian lain menemukan bahwa orang yang rutin jogging setidaknya tiga jam per minggu memiliki risiko lebih rendah untuk meninggal karena penyakit dibanding dengan orang yang tidak rutin jogging.

www.alodokter.com

Hampir 6 tahunan aku mulai agak sering melakukan aktivitas ini. Saat ini olga ini udah menjadi olahraga hits bagi kaum milenial dan beberapa selebritas. Yang sampe berela-rela ikut run-fest diberbagai kota maupun sampai di berbagai negara.

305ce7fa-a1c5-49fc-88d4-ee766a6f5776Nah, kalo aku pribadi boleh dibilang bukan mau ikut”an kekinian tapi kayanya udah menjadi kebutuhan sih setelah beberapa kali proses persalinan dan berharap tubuh kembali ke bentuk ideal (hah).

Terlepas apapun alasannya yang jelas olahraga bentuk apapun itu sangatlah penting. Namun, aku lebih suka dengan olahraga ini dibanding olga lainnya karena apa? Kalo capek tinggal berhenti, kalo haus tinggal minum (apasih) gak terikat aturan baku pokoknya.

Spot Jogging

Adapun spot jogging di Kota Bandung yang paling nge hits dan dekat dengan tempat tinggal aku, antara lain : jogging track saraga itb, jogging track gasibu yg sudah mengalami perbaikan, yang paling baru direnovasi saat ini jogging track gor saparua, dan satu lagi yaitu jogging track gor pajajaran.

Dari ketiganya, jogging track gor pajajaran yang belum pernah ke injek sama running shoes-nya aku. (haha..) Entah kenapa belum ada aja yang ngajak lari kesitu. Yang paling sering didatengin yaitu jogging track saraga itb. Inget! saraga (sarana olahraga sabuga) yaah bukan sirnaraga.. (hehe).

>>> Jogging Track Saraga ITB.

6ad57aa7-f7da-4e3c-8811-1db08b4abc34Menjadi pilihan utama sebagai tempat lari. Karena terletak di hutan kota purba kota Bandung yaitu, babakan siliwangi. Masih banyak pohon” rindang dan besar, sehingga lari pun menjadi gak terlalu pengap dan banyak kandungan oksigen yg bisa kita hirup.

Sekeliling track ditanami rumput yang ditata rapih dan terawat, ada selasar atau lorong teduh untuk sekedar duduk” sambil melepas lelah sehabis berlari. Hanya kalo toilet standar ajah cuman rutin dibersihin ajah.

Terus, disini banyak orang yang memang sengaja untuk berolahraga bukan hanya sekedar selfie doank. Banyak orangtua berusia lanjut juga yang lari disini karena tempat nya mungkin nyaman, berada dikawasan pendidikan, dan memang pada niat untuk berolahraga.

Untuk bisa masuk ke area atletik atau jogging track, kita dikenakan tarif masuk Rp. 5000 untuk weekend dan Rp. 4000 untuk weekday. Kalo bawa kendaraan bermotor bayar lagi uang parkir yah. Makanya banyak yang serius olganya karena berbayar. (hehe)

>>> Jogging Track Gasibu

dfd1f9d6-4da7-4f26-8efa-09c80e436c13

Gasibu termasuk fasilitas umum baru dilakukan pemugaran di jaman RK. Dan cukup bagus sekarang, hanya posisinya yang berada di dekat gedung pemerintahan dan dekat banget dengan jalan raya. Terkadang kurang terasa nyaman, polusi nya banyak, pohon” belum terlalu rindang gak ada tempat berteduh, tapi disini ada fasilitas perpustakaan nya dan toiletnya lumayan bersih karena baru juga mungkin.

Satu hal yang aku suka dari gasibu jogging track, track larinya enak banget, keset tapi empuk. Beda dengan di saraga dimana tracknya dari bata merah yang ditumbuk halus gitu, bikin sepatu cepat kotor. Tapi kalo digasibu aman, sepatu tetap bersih. Dan lari disini tidak berbayar alias gretong! Kecuali kalo bawa kendaraan bayar parkir doank.

Nah ini, yang malesin tuh disinimah banyak yang sekedar main, jalan-jalan, nongkrong ato selfie doank. Lari dikit cekrek, jalan dikit cekrek. Terus kalo pas kita lagi lari banyak orang yang melawan arus jadi kaya mo tubrukan harus sering ngerem jadinya. Kecuali subuh ato tengah malem baru sepi, (hehe).

>>> Jogging Track Gor Saparua

(Dokumentasi menyusul)

Dua kali kayanya lari disini, lumayan nih walaupun dekat dengan jalan raya posisinya, tapi jalannya gak serame gasibu, banyak pohon” besar dan tua disekelilingnya, dan sekarang udah direnovasi juga. Sepertinya lebih nyaman disekelilingnya ada tempat berteduh yang nggak terlalu panas karena dibawah pohon besar.

Tapi track larinya lebih pendek dari saraga dan gasibu. Gak bayar tiket masuk hanya bayar parkir kalo bawa kendaraan. Banyak tukang jajanan, kebanyakan tempat ngumpulnya anak muda jaman now, kadang jadi tempat pemotretan atau syuting. Saparua mah lebih banyak godaannya, haha.

Running Shoes

Selain spot untuk jogging, hal penting lainnya adalah sepatu. Iya itu penting banget, sepatunya harus yang bener” layak untuk dipakai berlari”, jangan sampe kesempitan dan berakibat lecet ditumit kaki, kaos kaki juga mesti yang tebal biar gak lecet juga. Makanya mesti prepare running shoes yang proper sesuai dg jenis olga kita.

60bd97bb-ff9a-42ba-a238-f9d4b90f0cd3Selama 6 tahun aku baru pake 2 jenis running shoes. Diadora (ntah serinya apa) yang jelas udah nemenin aku lama banget  sekitar 5 tahunan dan mesti gantung sepatu karena alas nya dah tipis banget kalo lari di saraga kerasa kerikil” nya nembus ke telapak kaki (haha).

8abe69c8-6c12-4432-a03b-5901ce6bc15aSetaun terakhir ini dan masih dipake sampe sekarang jadi sepatu andalan yaitu Asics Men’s GT-1000 Duomax Grey Blue. Yes series running shoes buat cowok. Why? Karena running shoes diskonan women series gak ada ukurannya buat kaki aku. (Wkwk). Dan cukup puas makenya empuk dan gak bikin lecet. Hanya sedikit menguras kantong pak suami. (hihi)

The next running shoes dimasa yang akan datang adalah Asics Gel Kayano 23 Blue Pink. Wuih .. cantik tapi setrong kaya aku banget lah! (semoga ada yang ngebeliin. Amiin ..)(hihi)

Target & Benefits

9e15fa59-4218-4de9-a73f-b1fdf5035916

Jika dilihat dari statistik NRC selama setahun terakhir. Kecepatan lari aku kalo lintasannya < 3 km aku bisa lari dengan kecepatan rata” 9 menit/km. Tapi kalo lari dilintasan > 5 km kecepatannya rata” masih di 10 menit/km. Hitungan cepetnya yah dengan kecepatan rata’ segitu buat menempuh 5 km itu setara dengan 13-15 keliling jogging track saraga (huft!).

Haha .. masih jauh dari layak buat ikutan run-fest ato marathon. Mungkin kalo ikutan lomba gitu masih belum memenuhi kualifikasi yaah. Gak bisa dapetin finisher medal keburu diangkut truk satpol pp .. (hehe)

Tapi tenang target nya bukan itu aja, benefits lainnya tentu masih ada. Benefits dari jogging kalo konsistensi nya bagus yaah bakalan terlihat dari bentuk tubuh yang padat berisi tidak bergelambir (haha).

Setelah persalinan anak ketiga, BB aku tuh melonjak di 80 dengan tinggi badan 165cm. Itu gendats banget. Padahal pas kuliah tuh susah banget naikin BB. Selalu stay di 48 mau ke 50 ajah susah padahal udah segala dimakan. Lah sekarang, minum air putih doank juga BB langsung naik .. (Hihi).

Nah, sempat aku olga ketat banget dimana tiap hari nyempetin latihan pake stepper sejam dan tiap minggu jogging di outdoor. Dengan tidak makan nasi dimalem hari, jadi hanya makan lengkap di sarapan dan saat makan siang. Sempat nembus di angka 67.

Dan susah banget mau nembus 65. Konsistensi olga udah ok tapi fisik gak kuat, malah sakit dan BB pun jadi inflasi dalam sekejap. Kurang baik juga ternyata cara ini (wkwk).

Mungkin banyak orang yang bertanya” kenapa gak diet ajah dengan berbagai cara yg instant dan hits, tanpa berlelah” olga. Aku berkeyakinan bahwa olga dan menjaga pola makan akan lebih baik buat aku pribadi dalam hal menurunkan BB, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Karena aku merasakan sendiri jika porsi olganya pas maka ke badan pun akan terasa enak, ringan banget, tidur lebih nyenyak, aliran darah lancar, never getting old gitulah.

Pokoknya beda ajah ngerasa lebih fit aja. Makanya apapun jenis diet-nya  kayanya olga masih tetap hal yang paling baik dilakukan untuk menurunkan BB dan gak bisa diskip.

Sehabis sakit kemaren, jadi jarang jogging lagi. BB back to the max. Sebulanan lalu sempat di 72 donk, haduh pantesan ko badan kerasa berat banget. Gampang capek, nafsu makan makin tinggi, mana sekolahan libur panjang mager lah dirumah. Pas di foto reunian juga omg parah keliatan so big banget gueh! (Hiks hiks).

Sempat ngobrol bareng teman ternyata ada perhitungan denyut maksimal (heart rate) tiap orang sesuai dengan usianya. Itu bisa dijadikan patokan batas maksimal beat rate seseorang ketika berolahraga, jadi kalo udah nyampe batas maksimal dia mesti nurunin intensitas exercise nya dulu.

Untuk mengantisipasi supaya jantung kita tidak berhenti mendadak saat berolahraga. Dan efek yg dirasakan oleh tubuh dari latihan tsb agar maksimal.

Berikut contoh perhitungannya :

Heart Rate Max = 220 – Usia.

Contoh:

Usia = 37 tahun, maka Heart Rate maximum = 220 – 37 = 183 bpm. 

Namun saat berolah raga, heart rate maksimal yang disarankan adalah 220 – Usia – 10%.

Jadi dari hitungan, untuk usia 37 tahun, heart rate maksimal saat berolah raga :

220 – 37 = 183 bpm dan dikurangi 10% atau 183 – (1/10*183) = 183 – 18 = 165 bpm.

Artinya apa, orang tersebut maksimum beat rate nya 165 bpm saat berolahraga harus dipush sampe batas itu agar efek olganya kerasa maksimal baru diturunin intensitasnya.

Program yang aku jalani saat ini adalah aku rutin nemenin bintang kecilku shaum senin dan kamis, biar nilai plus nya banyak juga. Dan minggu kemarin mulai balik lagi ke rutinitas, jogging disetiap weekend aja, plus mengurangi sedikit makan besar dimalam hari.

Alhasil, sekarang BB aku stay di 69 tapi fisik masih kerasa sanggup nih ngejalaninnya. PR nya masih panjang banget nih target terdekat 65 kalo dah achive target selanjutnya 60 baru deh nyampe di 58.

Dan akan tetap konsisten dengan tidak meninggalkan olahraga. Walaupun gitu progress penurunannya secara signifikan baru kelihatan dalam waktu dan proses yang lebih lama. Harus makin semangat jogging nya. Lebih sabar dan menjaga konsistensi.

Bunga Wijayakusumah

Saat ini aku mau berbagi cerita tentang cara menanam bunga wijayakusumah di taman depan rumah. Dan hikmah yang bisa diambil dari cerita ini terkadang bahagia itu sederhana yang datangnya gak hanya lewat materi saja, hal lain yang dianggap sepele pun ternyata bisa bikin kita bahagia. Plus voucher belanja apalagi ..  pasti lebih bahagia lagi yaah (hihihi).

8dca1607-ba3e-4b26-be4d-cf03f3dcd2c2

Apasih bunga wijayakusumah? Mungkin ada yg familiar dengan nama tersebut ato ada juga yang merasa asing baru denger, atau kaya aku sering dengar tapi gak pernah liat wujud bunganya karena jarang banget dijual ditoko bunga.

Bunga Wijayakusuma atau disebut juga Bunga Wikus (Epiphyllum anguliger) termasuk jenis tanaman kaktus yang mempunyai kelas dicotiledoneae. Tanaman ini berasal dari Amerika tropika (Venezuela dan Caribia) dan dapat hidup pada daerah dengan iklim sedang sampai beriklim tropis. Bunga ini biasanya mekar secara total saat tengah malam atau sekitar pukul 00.00 waktu setempat.

wikipedia.org

That’s right! Bunga ini unik banget dia hanya mekar saat malam dan layu dipagi hari. Ternyata gak hanya cinta yang satu malam tapi bunga juga ada yang hanya mekar satu malam saja … (#ea). Makanya banyak juga yang sering menyebut bunga ini dengan istilah “The Midnight Lady”.

0603fcb8-f72f-4a36-8a7d-94904098762e

Beberapa tahun lalu saat mau bikin taman depan rumah sempat kepikiran mau nanem bunga ini, tapi selalu zonk!. Gak ada tukang tanaman hias yang menjual bunga ini dengan ditempatin rapih. Terakhir nemu yang jual itupun kaya pohon yang gak keurus dan liar, walaupun si penjual bilang semalem bunganya baru mekar banyak. Tapi liat kondisinya gak terawat dan mesti dibeli tujuh puluh lima ribu, hati gueh nolak dan gak percaya. (Haha ..)

206f0a43-001d-461c-afb2-5cfcaac8884d

Terus setiap kerumah mertua dan pak suami juga yang notabene keturunan Jawa, kayanya gak asing banget tuh sama ini bunga. Sering lewat diobrolan santai sambil minum kopi dengan segambreng gorengan hangat nongkrong diteras rumah. Jadi, kalo secara teori aku paham banget sama itu bunga walaupun pas diceritain cuman bisa bilang iya iya ajah. (Hehe..)

Sampai suatu ketika berakhirlah penantian kami terhadap bunga ini, dengan tiba-tiba dikasih batang bunga yg katanya bunga wijayakusuma itu loh yang udah jarang ada yg punya. Dikasih 3 batang sama papa mertua. Sempat terpikir itu gimana nanemnya yaah, ya sudahlah ambil ajah. Tumbuh ato mati urusan belakangan.

Nah, dapetlah batang bunga wijayakusumah itu terus nanem nya cukup gampang, ternyata gak serumit mitosnya, tinggal potong batang bagian bawahnya jadi kaya bambu runcing gitu terus tancepin deh ditanah. Bisa ditanem dipot bunga juga sih, tapi kalo dirumah ditanamnya langsung ditancepin ditanah di sekitaran batang pohon mangga.

Karena udah nanem jadi makin penasaran kan, browsinglah di mbak gugel, bentuk bunga nya dan mitos-mitos yang melekat sama bunga itu. Tapi yang bikin aku penasaran sih emang iya bunganya hanya mekar semalem ajah? kalo sama mitos mah gak terlalu percaya da ah gak penting juga buat gueh mah, cuman bumbu-bumbu kehidupan doank. (haha..)

Beberapa bulan kemudian, muncul lah beberapa tunas baru, eh ternyata tumbuh, makin tinggi ekspektasi aku sama tuh bunga… kira-kira bakalan berbunga gak yaah agak pesimis soalnya hanya disiram seadanya.. gak dipupuk gak dirawat ekstra. Ah sudahlah … segitu juga lumayan tumbuh jadi banyak walaupun gak tumbuh bunga nantinya.

Dari hasil browsing … bunga wijayakusumah hanya mekar satu kali setaun dan itupun semalem doank. Probability ngeliat bunganya nya kecil banget bray.. no hope gaes. Padahal rasa penasaran aku kalo dipikirin mah udah to the max pisan.

5be44c2b-ce7c-43cf-9f1b-47e79f1263ad
Detik-detik mekarnya bunga wijayakusumah

Kurleb tigabulanan lah yaah … eh muncul lah kaya buah gitu dari pinggiran daun tapi bukan dari batang nya kaya tunas sebelumnya. Itu apah? Masa iya jadinya berbuah bukan berbunga … (hahaha).

Nah, diskusilah sama suami keren aku  (hihi). Itu apa yah ko dari taneman itu muncul buah yaah. Terus dia bilang .. iiih itu bukan buah tapi itu cikal bakal bunga nya. Waaaw… kebayangkan senangnya aku dengar itu.

Dimonitoring lah tiap hari itu calon bunga yang pengen aku liat. Semingguan mah posesif lah sama tuh bunga. Setiap keluar rumah pasti aku tengokin dulu … (hahay). Dan tuh calon bunga makin hari makin berat sampe daunnya merunduk” keberatan nopangnya. Sampe ih makin besar dan bener dalemnya kaya ada calon bunga, ih bener” pengen liat mekarnya gak sabar.

Terus aku tanya lagi itu bunga kapan mekarnya tunggulah kalo gak besok malem ya lusa malem. eh… dah itu pas besok harinya tau-tau itu bunga udah lemes gitu gak seger tapi tetep kuncup. Aku tanya lagi .. itu bunganya kenapa layu … yaah itu berarti bunganya dah mekar semalem … what?! (Jleb!). Miris nasib aku gak bisa liat padahal itu moment yang paling ditunggu dua minggu terakhir ini. (Hiks.. hiks)

Dalem hati aku, tuh bunga bakalan mekar setaun lagi ahhh lamanyooo.. padahal kemaren dah keliatan banget.. masa mesti dipasang cctv buat liat bunga mekar doank. Udahlah aku kecewa pisan.. nanti lagi mah gak akan ngarep” ah.

Sebulan berselang ….

Muncul lagi tuh mirip buah lagi dipinggiran daun (haha…) beuh ini bunga meni centil. Dah mau berbunga lagi, tapi in the end suka bikin hati nyesek. Di awal-awal kaya iya mo mekar menggoda padahal cuman ngemodusin doank. (hahaha). Kaya siapa coba? (iyaa kaya kamuuh .. kamuuh .. kamuuuh)

Dah aja hari demi hari terlewati sampe tuh calon bunga ngeberatin daun lagi. Terus aku tunjukin pas pak suami mau ke Jakarta lagi.. nih liat bunganya dan mo mekar lagi. Ah palingan besok mekarnya. Yo wiss lah.. sakarepmu ajah gak ngarep-ngarep liat lagi. Suatu saat juga pasti adakalanya liat.. orang ada dihalaman depan rumah ini bunganya (bisik-bisik dalem hati menghibur diri).

Nah pas jam sepuluh malem lah hari itu juga tetiba aku mesti beli apa gitu ke minimarket deket rumah, dan niatnya mo matiin air dan ngunci gerbang. eh.. pas dilirik ke arah bunga itu … (jreng!). Masya Allah .. beruntung banget aku. Bunga itu mekar, yess dan aku akhirnya liat bunga pas disaat mau merekah sempurna tepat didepan aku.

Akupun heboh seketika itu panggilin anak-anak dan seluruh penghuni rumah buat liat moment langka itu. Cekrak cekrek lah sepuas hati. Walaupun kalian pasti udah nebak yg antusias saat itu hanya aku doank, karena yg lain ekspresinya sebagian datar, sebagian lagi cuman bilang oh doank. (#lebay)

Tapi buat gueh …

Cuman satu kata buat mendeskripsikannya “SPECTACULAR!”

ef22e1d9-04f0-4b1f-82e4-9d26a5fcfc93
The Midnite Lady

Risoles!

Sejarah risoles :

Risoles (bahasa Belanda: rissole) adalah pastri berisi daging, biasanya daging cincang, dan sayuran yang dibungkus dadar, dan digoreng setelah dilapisi tepung panir dan kocokan telur ayam. wikipedia.org

B8E7192C-E585-4D7E-BE7A-DAC59357DED2

Beberapa kali bikin kulitnya gampang sobek dan kalo beli yang siap pakai suka alot kaya kulit kroket tapi setelah ngintip di channel sobatdapur berhasil deh. Tinggal modifikasi ketebalan dan isinya aja.

Let’s check recipes nya yess!

Recipes & Methods How To Made Risoles!

Ingredients :

Bahan kulit risol :

  • 300 gram terigu serbaguna
  • 700 ml susu cair
  • 2 pcs telur ayam
  • 2 tbsp mentega kemudian cairkan
  • 1,5 tsp garam

Bahan isian :

  • 8-10 lembar smoke beef
  • 3 pcs pcs telur rebus iris
  • Mayonaise (diperbanyak bila menskip mozarela ya)
  • Mozarela (lebih yummy dan ada efek lumer nantinya, tapi boleh skip kalo gak ada)

Bahan celupan :

  • 100 gram terigu dicairkan dengan 300 ml air matang
  • 250 gram tepung panir

B62A2D0F-6DBF-43B1-8BAA-745C28E57C70

Process :

>>> Membuat adonan kulit risoles:

Sediakan wadah besar masukkan terigu, tapioka dan garam. Kemudian aduk rata, sedikit demi sedikit tambahkan susu cair. Setelah tercampur rata, tambahkan telur, kocok rata, kemudian tambahkan margarin cair, aduk rata. Rest for 1 hour dengan di tutup kain bersih.

F518F52A-BF38-41EB-8AB5-E42ABB05A124

An hour later …

Siapkan pan dan panaskan dengan api kecil. Kemudian masukan sesendok sayur adonan kulit cair sambil memutar pan hingga adonan membentuk crepes.

14527297-ACF4-41C5-9AC3-DE989748653D

(bila ketebalan dibikin tipis maka akan mendapat 20 pcs kulit risol)

>>> Menggulung risoles includes isian, kemudian mencelup & memanir :

Sebelum dipotong” sebagai isian, smoked beef digoreng dulu dg sedikit mentega begitu pun bila memakai sosis mentah mesti digoreng dulu dg sedikit mentega. Lalu ikuti gambar instruksi dibawah ini yaah!

A9934EF5-F41A-48F2-897B-CAA5D2E6A8E3

( isi – menggulung – mencelup – membalut dengan tepung panir )

Setelah selesai membalut seluruh risole dengan tepung panir, masukan ke lemari pendingin sekitar 1-2 jam.

1176A048-61E9-4EC2-8DBA-A15D8BAB69D2

Beberapa jam kemudian …

Panaskan minyak goreng (deep fried) goreng risol dengan settingan api kecil hingga kuning keemasan.

57458B63-CF5C-4621-8FFC-3D7A02D0A7E9

Sediakan plate yg telah dialasi tissu makan untuk menyerap minyak.

686BEBC4-7162-4F47-9988-4DB1D3E7C056

Risoles! ready to serve! with a cup of Lip(s)ton Iced Tea! . Nomnom.. 😋 DBD80E7F-2654-4078-914C-AC5D23A7D741

Selamat berekspresi ladies! 🙆🏼‍♀️

Recooked :

Dengan memakai recipe yg sama dg diatas, namun kali ini membuat kulit risole nya menggunakan crepes maker ato wajan kewalik. Hasilnya seperti berikut :

Kulit risole yang dihasilkan lebih tipis dan lebih banyak dengan adonan diatas bisa dapet 30 lembar kulit risole.

Untuk isian risole nya kali ini aku coba isi dengan smoke beef salami (diameternya lebih kecil dari smoke beef biasa tetapi lebih besar dari pepperoni), mayonnaise, potongan beef sausage dan keju mozarela.

Step nya sama ajah dg recipes diatas. Hanya beda isian ajah dan boleh dimodifikasi sesuka hati yah.

Hasil setelah digulung, lebih baik tampilan nya dibanding awal” bikin sama kebantu dengan crepe maker juga sih. Kulit risole nya ketebalannya rata.

Berikut hasil beberapa kali bikin risole untuk berbagai acara.

Risoles untuk acara bazaar sekolah.

Risoles untuk camilan di acara outing sekolah.

Alhamdulillah makin rapih packaging, tampilannya makin ok! dan rasanya pun gak akan ngecewain lah.

Jangan berhenti mencoba aja yaah. Makin sering bikin hasilnya akan makin bagus dan enak. Percaya deh 😁

Happy Cooking ladies! 😘

Klepon “Jones”

Klepon “Jomblo Endess” 😅

Warnanya ungu banget sukaaa, gueh banget! Hehe. Klepon merupakan dessert tradisional khas Indonesia. Merupakan olahan yg memiliki rasa manis, terbuat dari ubi ato tepung ketan yg diisi dengan gula jawa (brown sugar) dan ditaburi kelapa parut.

ADEF632D-6024-4D38-B918-F8F2B172C219

Recipes ini dedicate buat sang notaris terfamous di bandung selatan 😁. Yang udah ngasih gula merah cililin dimasa lampau. Baru posting recipes, hehe.

3C03E9F4-B489-44F4-9940-093CDEFC2ABB
penampakan gula cililin

Let’s check the recipes nya ya!

Recipes & Methods How To Made Klepon Jones!

Ingredients :

  • 500 gram ubi ungu
  • 375 gram tepung ketan putih
  • 1 blok gula merah parut
  • Sebungkus kelapa parut
  • Sejumput garam

Process :

Cuci bersih ubi ungu, kemudian rebus hingga matang.

FDEA675B-C3D7-487F-B6CB-FB9C252D8457

Kupas kulit ubi rebus, kemudian tubuk halus, tambahkan tepung ketan sedikit demi sedikit dengan sejumput garam, cetak bulat menyerupai bola dengan diisi gula merah parut.

2D5D3E40-FB79-446B-8AD2-15BF59236078

Sediakan panci diisi setengahnya dengan air tunggu mendidih kemudian cemplung kan bola ubi tadi tunggu hingga mengapung diatas permukaan air.

59039362-277F-4FF0-A076-A91134AFE8F0

Angkat dan tiriskan. Kemudian gulingkan diatas kelapa parut. Klepon “Jones” ready to serve!

0D2D4089-291F-4ABB-ADA5-6F12F5949AFE

Gigit dan rasakan sensasi crots gula merah leleh nya!

1A4BD891-A9EC-41E2-B244-A28D8E54D598

Note : tunggu recooked selanjutnya dengan taburan keju yaah! 😊

Happy cooking ladies! 💜

Website Built with WordPress.com.

Up ↑